Makalah Sistem Informasi Sumberdaya Perairan
APLIKASI SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFI) DALAM BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN
Dosen Mata Kuliah
Ir. Rusdi Leidonald, M.Sc
Zulham Apandy, S.Kel, M.Si
Oleh:
HAFIZ ABDUH HUTASUHUT
120302053
SISTEM INFORMASI SUMBERDAYA PERAIRAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah yang berjudul “Aplikasi SIG (Sistem Informasi Geografis) dalam Bidang Perikanan dan Kelautan”.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ir. Rusdi Leidonald, M.Sc dan Bapak Zulham Afandy Harahap,S.Kel,M.Si selaku Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah Sistem Informasi Sumberdaya Perairan, serta teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis berharap bisa lebih baik lagi untuk kedepannya dalam penyelesaian makalah dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan sebagai sumber informasi maupun referensi dalam kajian ilmiah.
Demikianlah yang dapat penulis sampaikan, penulis membutuhkan kritk dan saran untuk perbaikan kedepannya karena masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dari makalah ini.
Medan, Maret 2014
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Lima puluh tahun yang lalu, kebanyakan orang memiliki hubungan atau interaksi dengan dunia nyata lewat informasi geografis yang divisualisasikan hampir seluruhnya hanya dengan dengan peta. Penggunaan peta pun relatif terbatas. sebuah peta biasanya hanya ada pada edisi terbaru majalah Geografi Nasional atau ditempel pada dinding kelas. Namun dalam dekade terakhir, penggunaan informasi geografis telah berkembang secara eksponensial. Saat ini penggunaan SIG telah sangat terintegrasi ke dalam kehidupan seharihari Teknologi geospasial yang bekerja di belakang layar berbagai program seperti peningkatan energi, produksi pertanian, dan mengetahui neraca air. Pemetaan adalah fitur yang diharapkan dari aplikasi ponsel dan situs web. Teknologi SIG memungkinkan kita mencapai tujuan, membantu kondisi darurat dalam menemukan lokasi penyelamatan , dan semakin memberi kita pandangan yang lebih luas dari dunia kita (Darmawan, 2010).
Ludwig Von Bartalanfy mendefinisikan sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsurunsur tersebut dengan lingkungan. Anatol Raporot menyatakan sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain. Menurut L. Ackof, sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya, sedangkan menurut Jerry FithGerald, sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedurprosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Puspita, 2010).
Sistem Informasi Georafis atau Georaphic Information Sistem (GIS) merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem ini mengcapture, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi-operasi umum database, seperti query dan analisa statistik, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik yang dimiliki oleh pemetaan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan Sistem Informasi lainya yang membuatnya menjadi berguna berbagai kalangan untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan memprediksi apa yang terjadi (Aini, 2010).
Dalam perkembangan teknologi saat ini, SIG sudah menjadi kebutuhan bagi hampir seluruh sektor. Tidak saja kebutuhan yang berkaitan permukaan bumi, tetapi bidang sosial pun sudah banyak yang memanfaatkan SIG sebagai sarana untuk menampilkan dan mempermudah dalam menganalisis suatu permasalahan. Sebagai misal SIG telah dimanfaatkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menampilkan hasil penghitungan surat suara dalam pemilihan umum. Sektor kesehatan memanfaatkan SIG untuk menganalisis penyebaran suatu wabah penyakit. Juga sektor sastra dapat memanfaatkan SIG untuk menganalisis perkembangan suatu dialek bahasa pada suatu wilayah (Ariyanto, 2012).
Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui sistem informasi geografis apa saja yang berkaitan dan dapat dimanfaatkan dalam bidang perikanan dan kelautan yang bisa membantu masyarakat luas dalam melakukan pekerjaannya terutama dalam bidang perikanan dan kelautan.
Manfaat Makalah
Adapun manfaat yang didapatkan dari pembuatan makalah ini adalah menambah wawasan maupun pengetahuan tentang sistem informasi geografis yang berkaitan dengan perikanan dan kelautan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sejarah Sistem Informasi Geografis
Pertama kali Sistem Informasi Geografi digunakan secara nasioanal adalah di Canada sekitar tahun 1960, oleh Canada Geographic Information System (CGIS) dalam proyek untuk pengembangan kemampuan lahan nasional (National land capability) dengan cara mengkompilasi dan inventarisasi potensi lahan produktip di Canada (Aronoff, 1989). Beberapa tahun sejak proyek CGIS Canada tersebut, SIG mulai intensif dikembangkan di berbagai bagian dunia khususnya di Eropa dan Amerika, bahkan badan dunia FAO (Food and Agriculture Organization) mulai intensif menggunakan SIG sejak tahun 1970 (Darmawan, 2010).
Sistem ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1972 dengan nama Data Banks for Develompment. Munculnya istilah Sistem Informasi Geografis seperti sekarang ini setelah dicetuskan oleh General Assembly dari International Geographical Union di Ottawa Kanada pada tahun 1967.Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS-SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisa dan mengolah data yang dikumpulkan untuk inventarisasi Tanah Kanada (CLI-Canadian Land Inventory) sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Sejak saat itu Sistem Informasi Geografis berkembang di beberapa benua terutama Benua Amerika, BenuaEropa, Benua Australia, dan Benua Asia (Aini, 2010).
SIG awalnya berkembang dari dua independent disiplin ilmu yaitu : kartografi diijital dan database. Perkembangan dalam kartografi djital sebagai hasil dari berkembangnya dunia desain khususnya CAD (computer Aided Design) sejak tahun 1960am. Demikian pula perkembangan penggunaan data base khusunya sistem pengelolaan database atau DataBase Management Systems (DBMS) yang memungkinkan integrasi data spasial dan non spasial turut andil dalam memperceppat perkembangan SIG. Dalam Perkembangan lanjut SIG melibatkan berbagai disiplin yang sebenarnya saat ini menjadi akar dari perkembangan kedepan seperti remote sensing, fotogrametri dan survei (Darmawan, 2010).
Defenisi Sistem Informasi Geografis
Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema, yang mempunyai satu pengertian yaitu sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satau kesatuan yang tidak terpisahkan. Sementara itu menurut Hamalik (2002 dalam Zakir 2007) Sistem secara teknis berarti seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem sebagai suatu kesatuan dari berbagai elemen atas bagianbagian yang mempunyai hubungan fungsional dan berinteraksi secara dinamis untuk mencapai hasil yang diharapkan. Dari ketiga definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan erat satu dengan lainya untuk mencapai tujuan bersama-sama (Aini, 2010).
Sistem Informasi Geografis merupakan sebuah sebuah sistem yang terdiri dari software dan hardware, data dan pengguna serta institusi untuk menyimpan data yang berhubungan dengan semua fenomena yang ada dimuka bumi. Data-data yang berupa detail fakta, kondisi dan informasi disimpan dalam suatu basis data dan akan digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti analisis, manipulasi, penyajian dan sebagainya (Hamidi, 2011).
Sistem Informasi Georafis atau Georaphic Information Sistem (GIS) merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem ini mengcapture, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi-operasi umum database, seperti query dan analisa statistik, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik yang dimiliki oleh pemetaan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan Sistem Informasi lainya yang membuatnya menjadi berguna berbagai kalangan untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan memprediksi apa yang terjadi (Aini, 2010).
SIG telah terbukti kehandalannya untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisa dan menampilkan data spasial baik biofisik maupun sosial ekonomi. Secara umum SIG menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mengambil, mengelola, memanipulasi dan manganalisa data serta menyediakan hasil baik dalam bentuk grafik maupun dalam bentuk tabel, namun demikian fungsi utamanya adalah untuk mengelola data spasial (Mariany, 2011).
Komponen‐komponen yang menentukan dalam sistem informasi geografi adalah perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), operator atau sumberdaya manusia (brainware), data, dan metode. Kelima komponen ini sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Apabila satu komponen hilang maka proses dari suatu sistem informasi geografi tidak akan berjalan dan menghasilkan suatu keluaran (output) dengan baik (Ariyanto, 2012).
Keuntungan SIG adalah kemampuan untuk menyertakan data dari sumber berbeda untuk aplikasi deteksi perubahan. Walaupun penggabungan sumber data dengan perbedaan akurasi sering mempengaruhi hasil deteksi perubahan, SIG telah menjadi alat yang penting untuk tata ruang dan analisis modeling untuk masalah zona pantai. Multimedia berbasis SIG modeling dapat menghasilkan output spasial visualisai (Mariany, 2011).
Aplikasi dan Pemanfaatan SIG
Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam mendapatkan data-data yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk dijital. Sistem ini merelasikan data spasial (lokasi geografis) dengan data non spasial, sehingga para penggunanya dapat membuat peta dan menganalisa informasinya dengan berbagai cara. SIG merupakan alat yang handal untuk menangani data spasial, dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital sehingga data ini lebih padat dibanding dalam bentuk peta cetak, table, atau dalam bentuk konvensional lainya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan meringankan biaya yang diperlukan (Aini, 2010).
Menurut Mariany (2011) aplikasi dan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam bidang perikanan dan kelautan antara lain adalah :
a. Menentukan lokasi yang tepat untuk usaha budidaya.
b. Menentukan lokasi penangkapan ikan.
c. Menunjang pengelolaan sumberdaya yang berwawasan lingkungan.
d. Menyajikan peta ketinggian wilayah pesisir.
e. Menyajikan kenaikan paras air laut.
f. Simulasi daerah genangan.
g. Menyajikan perubahan garis pantai.
h. Menyajikan pasang surut perairan.
i. Menyajikan arah dan kecepatan angin, dll.
BAB III
PENUTUP
Sistem sebagai seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan erat satu dengan lainya untuk mencapai suatu tujuan bersama, terdiri dari beberapa subsistem, yang merupakan bagian yang terpisahkan dari sistem. Sistem mempunyai beberapa karakter yaitu mempunyai komponen, mempunyai batas, mempunyai masukan dan keluaran, pengolahan sistem, lingkungan luar sistem, dan sasaran atau goal.
Sistem Informasi, merupakan suatu cara yang terorgansisir mengumpulkan, memasukan dan memproses data, mengendalikan dan nmenghasilkan informasi dengan berbasis proses manual atau komputer untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda tergantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi.
Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem yang berbasis komputer dan memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografis yaitu penyimpanan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Hasil akhirnya dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan.SIG bisa menjadi alat yang sangat penting pada pengambilan keputusan untuk pembangunan berkelanjutan. Karena SIG memberikan informasi pada pengambil keputusan untuk analiss dan penerapan database keruangan.
Sistem Informasi Geografis sangat membantu dalam segala bidang, khususnya dalam bidang perikanan dan kelautan. Pemanfaatan SIG dalam bidang perikanan dan kelautan dapat dilihat dari penentuan lokasi budidaya, penuntuan lokasi penangkapan ikan, penyajian data pasang surut perairan dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Aini, A. 2009. Sistem Informasi Geografis Pengertian dan Aplikasinya. Diakses melaluihttp://www.amikom.ac.id. pada tanggal 9 Maret 2014.
Ariyanto, D., P. 2012. Sistem Informasi Sumberdaya Lahan. Diakses melaluihttp://repository.unsemar.ac.id. pada tanggal 9 Maret 2014.
Darmawan, M. 2010. Sistem informasi Geografi (SIG) dan Standarisasi Pemetaan Tematik. Diakses melalui http://www.bakosurtanal.org.id. pada tanggal 9 Maret 2014.
Hamidi. 2012. Aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis Web Penyebaran Dana Bantuan Operasional Sekolah. Diakses melalui http://repository.unri.ac.id. pada tanggal 9 Maret 2014.
Mariany, F. 2011. Studi Dampak Kenaikan Paras Laut dengan Memanfaatkan Data ASTER GDEM / GDEM ASTER dan TOPEX PESEIDON/JASON 1. Diakses melaluihttp://repository.ipb.ac.id. pada tanggal 30 Maret 2014.
Puspita, Y. 2010. Penggunaan Arcview GIS 3.3 pada Perancang Aplikasi Sistem Informasi Geografis Lokasi Sekolah di Wilayah Kota Bogor. Diakses melaluihttp://www.gunadarma.ac.id. pada tanggal 9 Maret 2014.
